Kabar keterbatasan tenaga pendidik tidak hanya dialami satuan
pendidikan dasar maupun menengah saja. Bahkan, perguruan tinggi pun
untuk komposisi dosen bergelar akademik S2 (magister) dan S3 (doktor)
masih minim. Kementerian Riset, Tekonologi, dan Pendidikan Tinggi
(Kemenrsitekdikti) berupaya menggenjot jumlah dosen bergelar akademik
doktor.
Dikutip dari jpnn.com, berdasarkan data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) jumlah dosen bergelar akademik S1 masih ada 45.792 orang. Kemudian yang bergelar S2 ada 160.825 orang dan berijazah S3 ada 30.051 orang. Dari statistik itu, terlihat jelas timpangnya jumlah dosen bergelar S2 dengan S3.
Itu terlihat dari pendaftar beasiswa BUDI dalam negeri angkatan 2016 yang mencapai 9.257 orang. Karena keterbatasan anggaran, kuota yang tersedia hanya 2.000 orang dosen.
Jawa Timur – S1 : 4.015 – S2 : 21.379 – S3 : 4.410
Jawa Tengah – S1 : 2.769 – S2 : 14.124 – S3 : 2.495
DI Jogjakarta – S1 : 1.135 – S2 : 8.187 – S3 : 2.413
Jawa Barat – S1 : 5.609 – S2 : 19.122 – S3 : 4.989
Banten – S1 : 1.222 – S2 : 4.676 – S3 : 487
Dan secara nasional komposisinya adalah (S1 = 45.792) (S2 = 160.825) (S3 = 30.051)
Dikutip dari jpnn.com, berdasarkan data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) jumlah dosen bergelar akademik S1 masih ada 45.792 orang. Kemudian yang bergelar S2 ada 160.825 orang dan berijazah S3 ada 30.051 orang. Dari statistik itu, terlihat jelas timpangnya jumlah dosen bergelar S2 dengan S3.
Baca juga : Membaca Alquran 100 Ayat Bagaikan Shalat Sepanjang MalamMenristekdikti Muhammad Nasir menjelaskan salah satu upaya meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor adalah melalui beasiswa unggulan dosen Indonesia (BUDI). ’’Sebenarnya minat para dosen untuk meningkatkan kualifikasi dari S2 ke S3 cukup tinggi,’’ katanya di Jakarta kemarin.
Itu terlihat dari pendaftar beasiswa BUDI dalam negeri angkatan 2016 yang mencapai 9.257 orang. Karena keterbatasan anggaran, kuota yang tersedia hanya 2.000 orang dosen.
Berikut Komposisi Dosen di Sejumlah Provinsi berdasarkan kualifikasi akademiknya:
DKI Jakarta – S1 : 4.474 – S2 : 17.357 – S3 : 3.735Jawa Timur – S1 : 4.015 – S2 : 21.379 – S3 : 4.410
Jawa Tengah – S1 : 2.769 – S2 : 14.124 – S3 : 2.495
DI Jogjakarta – S1 : 1.135 – S2 : 8.187 – S3 : 2.413
Jawa Barat – S1 : 5.609 – S2 : 19.122 – S3 : 4.989
Banten – S1 : 1.222 – S2 : 4.676 – S3 : 487
Dan secara nasional komposisinya adalah (S1 = 45.792) (S2 = 160.825) (S3 = 30.051)
![]() |
| Menristekdikti Muhammad Nasir |

