Jakarta -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta mahasiswa dan
masyarakat sipil yang menggelar unjuk rasa di sejumlah daerah dan depan
Gedung DPR untuk memahami bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta
pengesahan RKUHP ditunda. Jokowi juga disebut sedang menghadapi situasi
yang tidak mudah.
"Yang perlu dipahami oleh teman-teman semuanya bahwa pemerintah saat ini telah bersepakat dengan DPR untuk mengkaji lebih jauh tentang revisi UU KUHP (pengesahannya ditunda), berikutnya [RUU] Pertanahan, berikutnya [RUU] Pemasyarakatan dan beberapa yang lain," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9).
Mantan Panglima TNI itu meminta mahasiswa memiliki empati terhadap kerja keras pemerintah, termasuk Jokowi. Moeldoko menyebut tak sepatutnya mahasiswa atau kelompok masyarakat yang berunjuk rasa memakai bahasa yang kurang pantas.
"Jangan lah Presiden menghadapi situasi yang tidak mudah, ditambah hal-hal seperti itu. Tulisan-tulisan itu harus cerminkan sebagai bangsa Indonesia yang beradab," ujarnya.
Seperti diberitakan, sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di daerah dan kelompok masyarakat turun ke jalan meminta pemerintah dan DPR mencabut pasal bermasalah dalam RKUHP. Mereka juga menolak revisi UU KPK, yang sudah disahkan.
Para mahasiswa itu berasal dari UKI, Universitas Trisakti, Universitas Paramadina, UT, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Trilogi, Indonesia Banking School, UNJ, UPI, hingga Universitas Nasional. Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924133110-32-433375/istana-minta-pedemo-pahami-jokowi-sedang-hadapi-situasi-sulit
"Yang perlu dipahami oleh teman-teman semuanya bahwa pemerintah saat ini telah bersepakat dengan DPR untuk mengkaji lebih jauh tentang revisi UU KUHP (pengesahannya ditunda), berikutnya [RUU] Pertanahan, berikutnya [RUU] Pemasyarakatan dan beberapa yang lain," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9).
Baca juga : Ini Kriteria Pengangguran yang Bakal Digaji PemerintahMoeldoko mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menghadapi masalah Papua, kebakaran hutan dan lahan yang penuh keprihatinan. Menurutnya, pemerintah telah bekerja keras menghadapi berbagai persoalan yang ada.
Mantan Panglima TNI itu meminta mahasiswa memiliki empati terhadap kerja keras pemerintah, termasuk Jokowi. Moeldoko menyebut tak sepatutnya mahasiswa atau kelompok masyarakat yang berunjuk rasa memakai bahasa yang kurang pantas.
"Jangan lah Presiden menghadapi situasi yang tidak mudah, ditambah hal-hal seperti itu. Tulisan-tulisan itu harus cerminkan sebagai bangsa Indonesia yang beradab," ujarnya.
Seperti diberitakan, sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di daerah dan kelompok masyarakat turun ke jalan meminta pemerintah dan DPR mencabut pasal bermasalah dalam RKUHP. Mereka juga menolak revisi UU KPK, yang sudah disahkan.
Para mahasiswa itu berasal dari UKI, Universitas Trisakti, Universitas Paramadina, UT, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Trilogi, Indonesia Banking School, UNJ, UPI, hingga Universitas Nasional. Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190924133110-32-433375/istana-minta-pedemo-pahami-jokowi-sedang-hadapi-situasi-sulit
![]() |
| Jokowi dan Jan Ethes |

